plus minus gleich

Launching Buku

E-mail Print PDF

Kristen Muhammadiyah; Konvergensi Islam dan Kristen dalam Pendidikan

Pusat Studi Agama dan Peradaban (PSAP) bekerjasama dengan Al-Wasath Publishing mengadakan launching buku tulisan Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed (Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah) dan Fazar Riza Ul Haq, M.Si (Diirektur Program Maarif Institute) dengan judul Kristen Muhammadiyah; Konvergensi Islam dan Kristen dalam Pendidikan. acara ini diselenggaran Auditerium PP Muhammadiyah Jl. Menteng Raya No.62. pada tanggal 10 Agustus 2009.

Acra tersebut dihadiri sekitar 200 undangan dari berbagai latar belakang. turut hadir juga para tokoh yang ikut memberikan testimoni, diantaranya, Prof. Dr. A. Malik Fadjar, Prof. Dr. Suyanto, Prof. Dr. Bambang Pranowo, Theopius Bella, Pendeta J. Victor Rambath dan M Izzul Muslimin.

Prof. Dr. Malik Fadjar dalam testimoninya seperti yang di beritakan Kompas edisi 12 Agustus 2009: Dalam agama dan pendidikan, klaim kebenaran harus di jauhi. keduanya, baik agama maupun pendidikan, sangat berarti bagi usaha untuk mengangkat harkat dan martabat manuasia. inilah pergumalan yang tak pernah selesai dan harus menjadi pekerjaan besar bagi bangsa indonesia.

"Namun keragaman bila tidak didasari pemahaman kebangsaan yang baik bisa menjadi sumber konflik" ujar Malik Fadjar. Pendiri Muhammadiyah KH. Ahmad Dahlan dalam mengembangkan pendidikan, kata Malik Fadjar, pernah mendatangi pastoran di Muntilan dan melakukan dialog tentang pendidikan yang bermartabat dan memanusiakan manusia " inilah sumber keragaman yang yang bermamfaat bagi hidup dan kehidupan bangsa ini," ujarnya.

Dalam konteks membingkai kehidupan beragama, Malik Fadjar mengatakan, harkat manusia tetap harus didahulukan. inilah langkah penting untuk menyatukan ikatan batin dan simbolis agar bisa mewujudkan manusa toleran dan majemuk.

Direktur Eksekutif Pusat Studi Agama dan Peradaban (PSAP) Pramono U. Tanthowi mengatakan, sikap toleran muhammadiyah tidak saja di masyarakat yang dominan Muslim, tetapi ditempat minoritas juga tidak menjadi radikal.

Ditengah masalah ektrimisme dan terorisme yang adalah pikiran intoreransi terhadap kenyakinan dan kebijakan, kaya Suyanto, kepedulian bagi keberagaman Indonesia sebagai bangsa tidak pernah surut.

Last Updated on Friday, 14 August 2009 20:34  

Tanwir

Volume I

Volume II

Feed Display

No Feed URL specified.